Ngaben

Jakarta, Oktober 2017


Menurut Wikipedia, Ngaben merupakan salah satu upacara yang dilakukan oleh Umat Hindu di Bali yang tergolong upacara Pitra Yadnya (upacara yang ditunjukkan kepada Leluhur). Beberapa pengertian dari Ngaben, sebagai berikut : 1. Ngaben secara etimologis berasal dari kata api yang mendapat awalan nga, dan akhiran an, sehingga menjadi ngapian, yang disandikan menjadi ngapen yang lama kelamaan terjadi pergeseran kata menjadi ngaben. Upacara Ngaben selalu melibatkan api, api yang digunakan ada 2, yaitu berupa api konkret (api sebenarnya) dan api abstrak (api yang berasal dari Puja Mantra Pendeta yang memimpin upacara). 2. Versi lain mengatakan bahwa Ngaben berasal dari kata beya yang artinya bekal, sehingga ngaben juga berarti upacara memberi bekal kepada Leluhur untuk perjalannya ke Sunia Loka. 3. Versi lain, Ngaben berasal dari nge - "abu" - in. Disandikan menjadi Ngaben, merupakan upacara pengembalian unsur tubuh kepada unsur alam.

Upacara ngaben yang baru pertama kali saya lihat ini sunggu membuat saya takjub. Di tengah era modern ini, adat dan budaya Bali masih sangat kental dipertahankan. Proses upcaranya sendiri memakan waktu, tenaga dan biaya yang tidak kecil boleh dibilang biaya yang dikeluarkan sangat besar. Upacara seperti ini seharusnya bisa dilihat oleh semua orang, terutama masyarakat Indonesia agar bisa menghargai budaya sendiri. 


1. Persiapan sebelum upacara
Upacara ngaben memakan waktu beberapa hari karena terdiri dari acara-acara diantaranya adalah pemandian jenazah, pemanggilan arwah, dll. 
Biaya untuk melakukan upacara ngaben lumayan mahal, makanya ada orang-orang yang tidak mampu menguburkan jenazah dahulu baru nanti mereka melakukan ngaben secara bersama-sama untuk menghemat biaya.



Suasana disekitar Pura tempat jenazah disemayamkan sebelum dibawa ke tempat pembakaran mayat

Patung vihara dan tangga untuk menaikkan jenazah.


Patung lembu yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar.  Di dalam patung lembu ini nanti dimasukkan jenazah yang akan dibakar.

Patung Vihara untuk membawa jenazah ke tempat pembakaran. Nanti di tempat pembakaran, jenazah akan dipindahkan dan dimasukkan kedalam patung Lembu. Proses pemasukkan jenazah ke dalam patung vihara ini cukup cepat karena menggunakan tangga dan dibantu oleh beberapa orang termasuk pecalang.

2. Suasana menjelang upacara ngaben


Orang - orang yang membantu pengangkatan patung lembu dan patung vihara. Ada ratusan orang yang membantu membawa patung tersebut ke tempat pembakaran.



 Patung yang melambangkan jenazah. Nantinya patung ini akan ikut dibakar.

3. Membawa jenazah ke tempat pembakaran




Suasana di dalam Pura.  
Sebagian kecil orang-orang yang akan menggotong patung.



Kain putih digelar sebelum jenazah dimasukkan kedalam patung vihara

Tangga yang dipakai untuk menaikkan dan menurunkan jenazah. 

Suasana pada saat jenazah dibawa. Vihara tingkat tujuh ini adalah tempat jenazah diletakkan sebelum dipindahkan ke patung lembu.

Sebagian orang yang mengantar jenazah



Keluarga mengantar jenazah menuju tempat pembakaran.

4. Pembakaran Mayat
Lokasi pembakaran mayat letaknya cukup dekat dari Pura tempat jenazah disemayamkan. Mungkin sekitar kurang dari 1 KM. Cukup banyak masyarakat yang ikut mengantar. 
Sisa-sisa mayat berupa abu dari tulang-tulang jenazah akan dikumpulkan dan dibuang ke laut. 

Suasana disekitar tempat pembakaran. Jenazah dipindahkan dari patung vihara ke patung lembu. Sebelum dinaikkan dan dimasukkan kedalam patung, jenazah akan mengelilingi patung lembu beberap kali. Patung lembu akan dibelah ditengahnya, dibuka lalu dimasukkan jenazahnya.


Suasana sekitar lokasi pembakaran mayat. Masyarakat sekitar campur juga dengan wisatawan asing yang turut menyaksikan jalannya upacara.


Jenazah diangkat dan dipindahkan kedalam patung lembu untuk dibakar.

Patung Lembu terbuat dari bahan yang mudah terbakar.

Api tiba-tiba membesar membakar seluruh patung lembu.

Patung Lembu sudah habis kebakar tinggal sisa jenazah yang belum hancur semuanya.

Selfie 

Demikian pengalaman saya melihat proses Ngaben dari dekat...

Sampai ketemu dicerita selanjutnya..

Salam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan-jalan ke Eropa Barat menggunakan Travel Agent

Pengalaman naik water bus di Tokyo